Surat Cinta Untuk Gadisku
Tuesday, December 6th, 2005Bandung, 6 Desember 2006
Saat ini hujan gadisku,
langit menumpahkan air matanya ke bumi.
Aku duduk terpaku di teras rumahku, menatap tetesan air mata langit.
Dan akau bertanya kepada langit "Mengapa engkau menangis hai langit yang tadinya biru cerah?"
"aku menangisi bumi-kekasihku- yang terpisah begitu jauh dariku. Selama ini aku hanya bisa memandangnya, tak pernah bisa membelai dan memeluknya.Jadi aku hanya bisa mengungkapkan rinduku denga hujan ini" ratapnya.
Aku teringat padamu, gadisku….
Aku dan kamu dipisahkan oleh lautan yang membentang luas.
Tapi hanya tubuh kita yang boleh dipisahkan oleh jarak dan waktu, hati kita tak kan terpisahkan.
tetaplah menungguku, karena suatu saat aku akan pulang dan menjemputmu.
Kan kubawa dirimu melintasi dimensi waktuku…
menunggangi badai, melintasi awan.
Dan jangan bagi hatimu untuk yang lain gadisku.
Karena kamu hanya milikku, dan tak akan kubagi dengan yang lain.
kepada cerminpun aku enggan berbagi.*
Dan aku pun tak akan berpaling darimu…
hanya untukmu.